Deteksi Kelainan Bayi, Cukupkah Dengan USG 2D?

Deteksi Kelainan Bayi, Cukupkah Dengan USG 2D?

Satu langkah yang bisa diambil ibu hamil untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi yaitu dengan USG. Tapi bisakah USG 2D digunakan mendeteksi kelainan pada bayi?

USG pada prosesnya akan menampilkan citra bayi dalam perut dengan alat bernama transduser. Gambar yang ditampilkan masih berupa abstrak sehingga harus diterjemahkan oleh dokter lebih dulu. Walau demikian, gambar yang tampak sudah cukup mewakili kondisi sebenarnya.

Meski punya keterbatasan dalam aspek pencitraan, tapi USG 2D bisa dimanfaatkan sebagai skrining awal terhadap kondisi bayi dalam perut. Itu sebabnya, ibu hamil setidaknya disarankan untuk melakukan USG tiga kali selama masa kehamilan.

Warna dan Orientasi

Karena masih merupakan teknologi lama, gambar yang dihasilkan perlu diterjemahkan lebih dulu. Jelas berbeda jauh dengan USG 3D dan 4D yang mana gambarnya bisa teramati dengan jelas. Paling tidak ada dua aspek penting jika ingin memahami hasil USG, yaitu warna dan orientasi. 

Warna yang muncul pada USG ada tiga, yaitu hitam, putih, dan abu-abu. Hitam mewakili air ketuban, putih mewakili tulang bayi, dan warna abu-abu bisa diartikan sebagai jaringan tubuh. Dokter biasanya akan menjelaskan semua kondisi tersebut karena pada dasarnya USG 2D agak susah dipahami.

Orientasi gambar juga penting dalam USG karena akan menjelaskan letak kepala beserta posisi tulang belakang bayi. Mengetahui posisi kepala sangat penting terutama untuk mengetahui apakah terjadi sungsang atau tidak. Dari hasil tersebut, dokter bisa menyarankan perawatan lanjutan semisal terjadi sungsang.

Posisi tulang belakang juga penting untuk diketahui karena bisa memberitahu ke arah mana bayi sedang menghadap. Janin bergerak sangat dinamis dalam perut, dan mengetahui posisi tulang bisa menjelaskan posisi bayi sebenarnya.

Mampukah USG 2D Mendeteksi Kelainan?

USG tipe ini pada dasarnya mampu memberi gambaran jelas terkait kondisi fisik janin. Di dunia kedokteran, USG menjadi alat standar untuk pemindaian organ dalam tubuh sehingga sudah mampu diandalkan untuk mendeteksi segala bentuk kelainan pada janin.

Selain pertumbuhan dan perkembangan janin, USG 2D nyatanya mampu mendeteksi beberapa kelainan seperti Down syndrome yang muncul pada wajah bayi. Beberapa kondisi lain seperti kelainan perut (hernia umbilikalis), kelainan kepala (hidrosefalus), kelainan jantung, kelainan jari, kelainan bibir, dan kelengkapan organ dalam bayi juga bisa dideteksi.

Memang citra yang ditampilkan tak sejelas model 3D atau 4D, itu sebabnya USD 2D seringnya digunakan untuk skrining awal. Untuk konfirmasi lanjutan baru digunakan USG 3D dan 4D sehingga hasilnya lebih jelas. Persoalannya, hanya klinik dan rumah sakit tertentu saja yang memilikinya.

Termasuk ukuran bayi beserta perkembangannya juga bisa diamati dengan USG, bahkan usia kandungan janin. Jadi apakah USG 2D bisa mendeteksi kelainan bayi? Merujuk pada penjelasan tersebut, jelas bisa. Cek di sini penjelasan selengkapnya!

Strategi Promosi Kesehatan

5 Strategi Promosi Kesehatan Yang Sangat Penting Dan Harus Diperhatikan Oleh Anda

Jika pada pembahasan yang sebelumnya kami telah membahas tentang user social media jaman sekarang, maka saat ini kami kembali lagi untuk memberikan pembahasan yang mengenai strategi pemasaran kesehatan. Ada beberapa strategi promos jasa layanan kesehatan yang harus diperhatikan oleh anda. Dengan begitu, pelayanan kesehatan anda dapat berjalan dengan baik tanpa adanya gangguan dari manapun.

Disini kami akan memberikan 5 strategi pemasaran atau promosi kesehatan yang sangat penting dan wajib untuk diperhatikan oleh anda. Yuk kita simak pembahasan yang telah tersusun dengan rapih seperti uraian yang sudah ada dibawah ini.

1. Pemasaran Intern

Strategi promosi kesehatan yang paling pertama dan harus diperhatikan oleh anda adalah pemasaran Intern. Dalam bisnis atau usaha pelayanan kesehatan, faslitas jasa tidak bisa dipisahkan dari yang namanya mutu dalam menyediakan sebuah jasa. Hal ini bertujuan agar kontak antara penyedia jasa tersebut dengan klien bisa menjadi lebih baik. Perhatikanlah hal ini sehingga hasil promosi anda dapat bermanfaat dan mendapatkan keuntungannya bagi anda.

2. Memikat Langganan

Pada rumah sakit ataupun perusahaan, jasa untuk seleran dari klien dengan cara yang individual di kunjungan pertama merupakan salah satu hal yang sangat penting dan wajib diperhatikan oleh anda. Oleh karena itu, salah satu kuncinya adalah menentukan situasi dari lingkungan yang didasari dengan penyesuaian terhadap klien serta standarisasi wajib untuk dilakukan. Dimana ini akan bertujuan agar proses promosi anda di bidang pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik.

3. Mengelolah Bukti, artinya Mengelolah Peralatan menghasilkan Jasa

Strategi promosi kesehatan yang harus dipertimbangkan dan harus dilakukan oleh anda adalah mengelolah perlatan yang akan digunakan untuk suatu jasanya. Jasa yang telah menyediakan peralatan terbaik dapat membuktikan kepada para konsumen kalau jasa anda adalah salah satu jasa layanan yang terpercaya dan dapat diandalkan oleh banyak orang.

4. Membuat Jasa Berwujud

Pasti anda akan bertanya-tanya dengan maksud dari poin keempat ini. Istilah berwujud memiliki dua arti, yakni tidak bisa diraba ataupun tidak bisa diamati. Dengan begitu keuntungan biasanya bisa diperoleh dengan membuat suatu produk yang berwujud. Sebagai contoh, seorang petugas dari rumah sakit mampu membuat klien menjadi lebih mudah dalam memahami tentang apa yang disampaikan oleh pihak dari rumah sakit secara relavan melalui suatu kata-kata yang berwujud, seperti “anda berada di dalam tangan yang paling tepat dengan kami’.

5. Menyeimbangkan Permintaan serta Penawaran

Strategi pemasaran kesehatan yang paling terakhir dalam pembahasan ini adalah menyeimbangkan permintaan maupun penawaran. Pasalnya, jasa merupakan performan, jadi jasa memiliki sifat yang tidak bisa disimpan atau digudangkan. Dengan begitu, ini menjadi suatu masalah krusial yang terlihat sulit unutk dihadapi oleh pihak rumah sakit ataupun jasa. Maka dari itu, anda dapat mengubah pola pikir ataupun paradigma jasanya secara memperbanyakannya jenis penawaran serta menjalani seleksi pada pemberi jasa.