Alat Bantu Angkat Bernama Lever Block

Alat Bantu Angkat Bernama Lever Block

Alat Bantu Angkat Bernama Lever Block

Lever block adalah suatu alat bantu Tarik manual dimana bentuk gearnya menyerupai ratchet dan bergerigi. Alat ini juga dikenal sebagai Ratchet Hoist, namun orang-orang banyak mengenalnya sebagai lever block.

Fungsi dasar dari lever block sendiri adalah alat bantu dalam proses instalasi peralatan tertentu yang membutuhkan mengangkat barang secara pelan, seperti merakit mesin, memasang pipa berukuran berat, hingga menurun dan menaikkan barang.

Sejarah Lever Block

Sejarahnya lever block sendiri bermula dikembangkan oleh Abraham Maasdam Deep Creek dari Colorado pada tahun 1919. Lever Block mulai dipasangkan pada 1946 dan setelah itu diproduksi oleh beberapa produsen. Di Indonesia sendiri, beberapa jenis lever block yang cukup terkenal yaitu Lever Block merk Toyo, Vital, hingga Powertec.

Kapasitas Lever Block

Lever Block merupakan alat yang mirip dengan chain block, dimana ukuran dimulai dari kapasitas kecil hingga kapasitas besar. Pada Ratchet hoist ini, terdapat beberapa kapasitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu:

  1. Lever Block 0,75 Ton
  2. Lever Block 1 Ton
  3. Lever Block 1,6 Ton
  4. Lever Block 2 Ton
  5. Lever Block 3 Ton
  6. Lever Block 6 Ton
  7. Lever Block 9 Ton

Lever Block dapat ditempatkan di situasi yang beragam, dimana dapat menunjang berbagai macam pekerjaan ringan maupun pekerjaan yang membutuhkan daya angkut yang kuat atau lebih berat. Beberapa contoh penggunaannya diantaranya mengangkat mesin mobil, memang pipa besi, mengangkat besi hasil casting untuk diangkat kedalam pallet dan lain-lain.

Cara Penggunaan Lever Block

Lever Block bisa digunakan dalam 2 posisi, yaitu posisi Vertical dan posisi Horizontal. Posisi vertical artinya lever block bisa untuk menaik-turunkan beban. Namun pastikan bahwa Anda dapat menggunakan dan mengoperasikan lever block sesuai dengan kebutuhan.

Untuk posisi horizontal, pastikan bahwa beban yang ditarik tidak melebihi kapasitas karena berbahaya. Biasanya dalam posisi horizontal, lever block menggunakan alat tambahan seperti wire rope atau rantai besi hingga hook.

Karena penggunaan lever block yang variatif, pastikan bahwa Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim dilapangan atau para ahli untuk memberikan solusi terbaik untuk kegiatan Anda. Selain itu, perlu juga hitung faktor resiko agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Jika Anda mencari lever block yang terpercaya, pastikan bahwa Anda hanya mencari lever block di Mega Jaya. Mega Jaya sebagai distributor lever block Jakarta menawarkan beragam ukuran dan kapasitas lever block yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Magnolia Residence, Hunian Hijau Nyaman di Tengah Kepadatan Kota

Magnolia Residence adalah solusi bagi warga kota Tangerang dan sekitarnya yang sedang mencari hunian hijau yang nyaman di tengah hiruk pikuknya kota. Hunian ini berada di tengah-tengah lingkungan yang hijau dan asri, sehingga pastinya nyaman untuk setiap anggota keluarga.

Magnolia Residence menawarkan berbagai keunggulan untuk dinikmati berupa:

  • Lingkungan yang hijau

Hunian ini dikelilingi oleh taman hijau yang bukan hanya menghijaukan lingkungan namun juga memberikan udara yang segar dan bebas polusi

  • Hunian yang sehat

Hunian ini memiliki desain terbuka dengan plafon tinggi untuk memastikan sirkulasi udara berjalan dengan lancar

  • Letaknya yang super strategis

Penghuni  Magnolia Residence memiliki akses yang mudah dan dekat ke berbagai area public seperti sekolah, pusat perbelanjaan besar, dan sarana transportasi seperti Terminal Cimone dan Stasiun Pasar Lama. Semua area publik tersebut berada dalam jangkauan dengan jarak tempuh maksimal 10 menit. 

  • Fasilitas lengkap

Tidak hanya menawarkan lingkungan yang hijau dan asri, hunian ini juga memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kenyamanan penghuninya. Fasilitas yang tersedia berupa one gate system dan sistem keamanan 24 jam, klinik yang beroperasi 24 jam, apotik, minimarket yang menyediakan berbagai barang kebutuhan, hingga fasilitas shuttle bus yang memudahkan para penghuninya untuk bepergian.

Selain semua keunggulan tersebut, Magnolia Residence juga memiliki area komersil. Area komersil berupa ruko 2 lantai ini berukuran LB/LT 165 m2/103 m2.  Ruko ini berada di area yang strategis. Mengapa? Karena kawasan di sekitar perumahan Magnolia Residence ini didominasi oleh pabrik. Para pekerja dan pengusaha pabrik tentunya memiliki berbagai jenis kebutuhan masing-masing. Hal ini merupakan potensi yang tidak boleh disia-siakan. 

Magnolia Residence hadir dengan berbagai keunggulan yang sayang untuk dilewatkan. Hunian ini mampu memenuhi kebutuhan setiap anggota keluarga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Di sisi lain, hunian ini juga memiliki potensi ekonomi yang tinggi baik dari pemanfaatan area komersil maupun hunian sebagai investasi.  Miliki sekarang juga dan dapatkan promo menarik Magnolia residence hanya untuk Anda.

Bagaimana Sejarah Desain Interior?

Bagaimana Sejarah Desain Interior?

Sesuatu yang berkaitan dengan seni dan desain selalu menarik untuk dibahas. Salah satunya adalah desain interior yang memiliki sejarah yang panjang. Sejarah desain interior sendiri sudah mulai dari zaman manusia purba.

Tertarik untuk tahu lebih jauh? Simak informasi berikut ini ya.

Bagaimana Sejarah Desain Interior?
Bagaimana Sejarah Desain Interior?

Sejarah dari Desain Interior

Sejarah desain interior dimulai sejak zaman manusia purba. Bagaimana bisa tahu? Ini karena ditemukan beberapa lukisan atau gambar di bagian dinding gua.

Gambar tersebut diperkirakan menjadi ornamen atau hiasan gua yang kala itu dijadikan tempat tinggal manusia purba. Gambar yang dibuat bervariasi, mulai dari tanaman, binatang hingga manusia. Gambar di gua tersebut membuat suasana bagian dalam gua menjadi lebih menarik dan hangat.

Setelah itu, bangsa Mesir kemudian membuat gubuk sederhana yang dilengkapi dekorasi dan furniture yang sederhana. Furniture tersebut terbuat dari kulit binatang. Selain itu, bangsa Mesir juga menggunakan vas yang sudah dilukis sebagai perabotan.

Seiring perkembangan zaman, bangsa Yunani kemudian membuat konstruksi bangunan yang tidak hanya kokoh namun juga indah. Setelah itu, bangsa Roma juga mengikuti jejak bangsa Yunani. Bangsa Yunani dan Roma kemudian menghiasi interior rumah menggunakan lantai mozaik, vas bunga dan lukisan.

Di Timur Tengah, muncul ciri khas baru pada bangunannya dengan Bizantium. Bizantium memiliki ciri yang identic dengan bangunan berkubah dan interior mewah.

Sama halnya dengan Timur Tengah, Bangsa Eropa di pertengahan abad (era Renaissance) juga memiliki ciri khas bangunannya sendiri. Kala itu, dinding rumah dilengkapi dengan lukisan indah, permadai dari velvet, furniture penuh ukiran.

Gaya interior bangsa Eropa ini identic dengan ornament seperti tempat lilin dan cermin yang artistic. Gaya tata ruang ini berlanjut hingga era Baroque.

Pergeseran Gaya Tata Ruang

Ternyata, popularitas interior yang megah dan mewah tidak bertahan terlalu lama. Gaya interior kemudian beralih ke gaya modern sederhana. Gaya tersebut diperkenalkan oleh Frank Lloyd lewat pembuatan The Prairie Style House.

Setelah adanya peruabahan tersebut, semakin banyak yang kemudian enggan menggunakan ornament interior yang berlebihan dan mahal. Sebaliknya, masyarakat semakin suka menggunakan material dari logam dan kaca.

Setelah Perang Dunia II, interior menjadi lebih eklektik seiring dengan ditemukannya vinyl untuk bahan lantai. Kemudian, pergeseran interior ke kontemporer dengan mengandalkan elemen interior sederhana dan warna cerah semakin diminati.

Lalu, bagaimana di Indonesia?

Indonesia memiliki gaya interior yang unik dan berbeda dari tempat lainnya. Jika Anda melihat, selama era penjajahan Belanda, banyak rumah yang dibangun dengan model rumah Belanda.

Tahun 1950 an, setelah kemerdekaan, desain rumah yang tidak sama dengan Belanda dan Jepang mulai dihadirkan lewat trend jengki. Rumah ini memiliki fasad unik, dinding miring dan menggunakan bebatuan alam sebagai dinding.

Tren jengki lalu diaplikasikanb di furniture dengan ciri khas ujung runcing, penggunaan karet dan rotan. Setelah itu, tren jengki banyak digunakan untuk menyempurnakan rumah modern.

Itulah sekilas mengenai sejarah desain interior. Jika Anda ingin memiliki rumah atau kantor dengan interior yang menarik, jangan ragu untuk menghubungi https://www.sribu.com/id/interior ya.

Sebelum Buat Sketsa Desain Interior, Perhatikan Dulu Hal Ini!

Sebelum Buat Sketsa Desain Interior, Perhatikan Dulu Hal Ini!

Membuat sketsa desain interior tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Kenapa? Salah satu alasannya adalah karena hasilnya bisa tidak maksimal.

Untuk membuat sketsa desain interior, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya:

  • Proporsi dan Skala Bangunan

Anda membuat tata ruang suatu bangunan. Tanpa proporsi dan skala bangunan yang tepat, akan membuat interior Anda menjadi kacau.

Misalnya, Anda tidak mengukur ruangannya terlebih dahulu. Kemudian, Anda langsung membeli sofa dan hasilnya, sofa tersebut terlalu besar untuk ruangan tersebut. Alhasil, sofa tidak bisa diletakkan di tempat yang tepat.

Anda bisa bertanya kepada pemilik rumah bisa juga melihat sketsa bangunan yang dimiliki. Setelah itu, Anda bisa mencoba untuk membuat sketsa interior bangunan tersebut.

  • Keinginan Klien

Pastikan jika Anda mengetahui dengan pasti apa keinginan klien. Anda bisa mengkonfirmasi konsep apa yang ingin diaplikasikan di ruangan tersebut. Dengan begitu, Anda bisa membuat desain interior yang sesuai dengan konsep.

Sebelum Buat Sketsa Desain Interior, Perhatikan Dulu Hal Ini!
Sebelum Buat Sketsa Desain Interior, Perhatikan Dulu Hal Ini!

Misalnya, dari bahan material yang digunakan, property, warna ruangan, aksesoris hingga pencahayaannya. Jadi, jangan ragu untuk mengkonfirmasi secara langsung ke klien Anda bahwa apa yang diinginkan sesuai dengan yang disampaikan.

  • Estimasi

Terkadang, ada yang butuh cepat sketsa interior karena alasan tertentu, Jadi, mau tidak mau, sebagai desainer interior  Anda tetap harus memperkirakan estimasi pembuatan sketsa dan aplikasinya. Aplikasi dalam hal ini bisa berkaitan dengan tukang hingga ketersediaan barangnya.

Jika waktunya mepet, maka mau tidak mau Anda harus merencanakan interior dengan bahan dan sumber daya yang ada. Dengan begitu, interior ruangan bisa segera mengaplikasikan desain di tata ruang bangunan.

  • Biaya

Tentu, ketika Anda membuat suatu desain interior, Anda butuh mempertimbangkan biaya. Biaya akan berpengaruh pada desain yang akan Anda buat.

Berpengaruh pada jasa? Bukan hanya pada jasa namun juga property yang akan digunakan.

Jika biaya terlalu kecil, maka mau tidak mau Anda harus menggunakan properti yang low budget. Jadi, pertimbangkan budget terlebih dahulu sebelum merubah tata ruang.

  • Konfirmasi Klien

Jika Anda sudah membuat sketsa, maka Anda harus meminta persetujuan dari klien. Bisa jadi, sketsa yang Anda buat tersebut harus direvisi ulang sehingga Anda harus merubah atau mengganti semuanya.

Jangan lupa untuk menjelaskan dan memberikan warna di sketsa yang Anda buat untuk presentasi dan agar klien mengerti. Dengan begitu, klien akan lebih mendapatkan gambaran secara menyeluruh dibandingkan sketsa tanpa warna.

Pastikan juga bahwa Anda mudah dihubungi. Dengan begitu, klien akan puas dengan pelayanan Anda selaku desainer interior.

Dengan beberapa pertimbangan di atas, Anda bisa mencoba membuat sketsa desain interior untuk klien Anda. Jangan lupa untuk kunjungi tips membuat logo terutama untuk Anda yang ingin tahu bagaimana cara membuat logo.